“CYBER SABOTAGE AND EXORTION ”
๐ Pengertian
Cyber sabotage and extortion adalah kejahatan sabotase dan pemerasan yang dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus computer atau program tertentu sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya
๐Latar Belakang Terjadinya Cyber Sabotage and Extortion
Kondisi masyarakat saat ini menjadi lebih terhubung oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) daripada sebelumnya dikarenakan sistem telekomunikasi dan komputer dapat terhubung secara global/have global reach. Manfaat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet telah menyentuh semua sisi kehidupan manusia modern(Ufran, 2014). Dinamika IPTEK dalam kehidupan masyarakat saat ini selain memberikan dampak positif, tetapi juga memberikan dampak negatif dari ketidaksesuaian penggunaannya (Sudjito dkk, 2016). Ketidaksesuaian penggunaan IPTEK yang mengakibatkan timbulnya suatu kejahatan yang dikenal dengan istilah kejahatan siber (Arief, 2012).
IPTEK telah mengalami evolusi, yang semula digunakan untuk kepentingan militer dan ilmiah menjadi sasaran dan sarana kejahatan. Para pengguna internet tidak saja hanya para ilmuwan, pengguna umum melainkan dipakai oleh mata-mata dan teroris (Jachowicz, 2003). Seiring berjalannya waktu, muncul suatu kejahatan siber yang dikenal dengan istilah cyber terorism. Cyber terorism kadang juga disebut dengan cyber sabotage and exortion. Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung keinternet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu virus komputer atau program komputer tertentu sehingga data, program komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana dikehendaki oleh pelaku.
๐ Kasus dari Cyber Sabotage and Extortion
๐Kasus Penyebaran Virus Worm
![]() |
| sumber www.f-secure.com |
Menurut perusahaan software antivirus, worm Randex menyebar dengan cara mendobrak sistem komputer yang tidak terproteksi dengan baik.
Randex menyebar pada jaringan LAN (Local Area Networks), dan mengeksploitasi komputer bersistem operasi Windows. Menurut perusahaan anti-virus F-Secure, komputer yang rentan terhadap serangan worm ini adalah komputer-komputer yang menggunakan password yang mudah ditebak. Biasanya hacker jahat menggunakan daftar terprogram untuk melancarkan aksinya.
Begitu menginfeksi, worm akan merubah konfigurasi Windows sehingga worm ini langsung beraksi begitu Windows aktif. Worm ini juga menginstal backdoor pada komputer yang disusupinya. Dengan backdoor ini, pembuat worm berkesempatan mengendalikan komputer dari jarak jauh, menggunakan perintah-perintah yang dikirim melalui kanal di IRC (Internet Relay Chat), ungkap penjelasan dari F-Secure.
๐Kasus Logic Bomb
Kasus ini adalah seperti yang dilakukan oleh Donald Burleson seorang programmer perusahaan asuransi di Amerika. Ia dipecat karena melakukan tindakan menyimpang. Dua hari kemudian sebuah logic bomb bekerja secara otomatis mengakibatkan kira-kira 160.000 catatan penting yang terdapat pada komputer perusahaan terhapus. Perubahan ini dapat dilakukan oleh seseorang yang berkepentingan atau memiliki akses ke proses komputer. Kasus yang pernah terungkap yang menggunakan metode ini adalah pada salah satu perusahaan kereta api di Amerika.
Petugas pencatat gaji menginput waktu lembur pegawai lain dengan menggunakan nomer karyawannya. Akibatnya penghasilannya meningkat ribuan dollar dalam setahun.
๐Sumber Pustaka
https://dickynd.wordpress.com/2008/11/03/penanggulangan-cybercrime-secara-global/
E. Ketaren, “CYBERCRIME, CYBER SPACE, DAN CYBER LAW”, JTM, vol. 5, no. 2, hlm. 35–42, Feb 2017.

Komentar
Posting Komentar